Monday, June 23, 2014

Cara membuat Gula Merah dari tuak kelapa



Proses pembuatan tuak hingga menjadi gula merah.



1.Cara memilih pohon kelapa


Tidak bisa dibuktikan secara ilmiah mana pohon kelapa yang akan menghasilkan banyak tuak maupun sedikit, tapi pada kala itu kita memilih pohon kelapa yang kelihatannya sehat dan daunnya yang mengkilap dan lokasi tumbuhnya tidak diperbukitan maupun di pegunungan.
Batang kelapa harus dibuatkan  lubang untuk pijakan kaki, biasanya kami membuat menggunakan kapak.

2.Menyiapkan tungku untuk memasak tuak hingga menjadi gula merah
Besar tungku disesuaikan dengan besar dari penggorengan yang akan kita  gunakan, bagian belakang dibuatkan cerobong asap sekitar 1,5 meter biasanya dipergunakan untuk membakar janur yang dipergunakan untuk melilit calon tunas buah yang aka kita proses.

3. Sabit
Sabit yang dibuat khusus dengan lebar sekitar 10 cm dibagian ujung untuk memotong calon tunas buah kelapa.

4. Kerek (bahasa Jawa)
adalah batang bambu yang dipotong dengan tinggi sekitar 5 cm yang dipergunakan sebagai cetakan gula.

5. Jerigen
Biasanya digunakan yang berkapasitas 5 liter dipotong  dibagian mulut jerigen dan ditambahkan tali untuk mengikat jerigen pada tunas buah kelapa sekaligus dikaitkan pada cantolan di ikat pinggang untuk menaikkan jerigen kosong dan menurunkan air tuak.

6.Ikat pinggang panjang (yang biasanya untuk ibu-ibu dikampung saat melahirkan) yang fungsinya sebagai pengait untuk menurunkan tuak dan menyelipkan sabit di pinggang

7. Wajan besar untuk memasak tuak hingga menjadi gula merah

8.Spatula
 
9.Papan cetakan

10. Kapur sirih (biasa untuk nginang) di letakkan ujung tempat menetesnya tuak atau di dalam jerigen yang bertujuan agar tuak tidak kecut atau asem

Proses pembuatan tuak 

  1.  Persiapkan janur yang sudah di asapkan hingga  layu lalu dijemur hingga kering dan dibelah 2 yang nantinya digunakan untuk "mblebed" atau mengikat tunas buah agar tidak mekar
  2. Tunas buah yang pas (tidak terlalu tua dan terlalu muda) yang akan diambil tuaknya adalah jika tunas yang akan kita proses sudah memiliki 2 tunas ( tunas yang terakhir baru tumbuh 1 jengkal)
  3. Tunas yang akan kita ambil tuaknya diblebed (diikat) dengan janur hingga pangkal
  4. Tunas di rundukkan perlahan-lahan dengan diikat ke pelepah kelapa
  5. Setelah 2-3 hari tunas buah mulai diiris kira-kira 10 cm dari ujung tunas, sambil dirundukkan hingga kemiringan 50-60 derajat
  6. Setelah tetesan tuak lancar, masukkan ujung tunas ke dalam mulut jerigen sebagai penampung air tuak
  7. Untuk awal-awal jangan mengoleskan kapur sirih di ujung tunas tapi di dalam jerigen
  8. Lakukan pengirisan tunas pagi dan sore hari agar permukaan ujung  tunas tetap basah dan mengeluarkan  tuak, dan menurunkan tuak yang sudah terisi.

Proses membuat gula merah

  1. Tuangkan tuak kedalam wajan dan disaring agar kotoran, lebah dll tidak masuk ke dalam wajan
  2. Selama tuak dimasak jika terjadi luberan keluar wajan tuangkan kelapa yang sudah diparut untuk menghentikan luberan.
  3. Masak tuak hingga mengental dan berwarna kecoklatan
  4. Cara mengetahui apakah gula sudah masak atau belum yaitu jika tetesan  gula membentuk seperti benang maka gula sudah siap untuk di cetak
  5. Turunkan wajan, dibawahnya diletakkan sabut kelapa atau balok agar seimbang
  6. Miringkan wajan dan gosok gula yang masih panas ke permukaan wajan hingga gula tersebut kering.
  7. Kerik gula yang memepel pada wajan dengan menggunakan " sutil" dan aduk hingga rata
  8. Pasang cetakkan kelapa dari bambu yang sebelumnya direndam
  9. Tuang gula kedalam cetakkan dengan cepat untuk menghindari gula kering di wajan,
  10. Setelah kering lepaskan gula dari cetakkan dan diletakkan pada keranjang yang sebelumnya dialasi daun pisang kering.
  11. Gula siap dikemas, bisa dengan menggunakan plastik kiloan dan siap untuk dipasarkan



 

Thursday, June 12, 2014

Pendahuluan


Sebuah media untuk berbagi kepada sesama bahwa apa yang terjadi sekarang tidak lepas dari proses masa lalu.
Mohon masukan dari teman-teman Blogger demi perbaikan isi dan mutu agar bermamfaat bagi para pembaca.